Barru, haramaindonesia.com – Ada kisah menarik di balik pelaksanaan perekaman biometrik visa (Biovisa) bagi calon jamaah haji Kabupaten Barru. Seorang jamaah asal Kecamatan Tanete Rilau harus menjalani proses perekaman hingga dua hari lantaran sidik jarinya sulit terbaca oleh aplikasi Saudi Visa Bio.
Jamaah yang diketahui bernama Ibu Handong tersebut sebelumnya telah mengikuti proses perekaman pada Senin, 24 Agustus 2026. Namun, meski telah dilakukan berulang kali, proses perekaman belum berhasil karena sistem mengalami kesulitan membaca sidik jarinya.
Pantang menyerah, Ibu Handong kembali datang ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Barru pada Rabu (26/8/2026). Tepat pukul 09.45 Wita, proses perekaman kembali dilakukan di Aula Kantor Kemenhaj Barru.
Setelah melalui beberapa kali percobaan dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian, akhirnya proses perekaman Biovisa Ibu Handong berhasil.
Keberhasilan tersebut disambut rasa syukur oleh jajaran pegawai Kemenhaj Barru bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAI DDI Mangkoso yang turut membantu dalam pelaksanaan layanan perekaman Biovisa.
Kepala Kantor Kemenhaj Barru, Muhammad Ridwan, mengatakan proses perekaman Biovisa memang membutuhkan kesabaran dan ketelitian, baik dari jamaah maupun petugas.
“Perekaman Biovisa harus dilakukan dengan kesabaran dan kehati-hatian. Prosesnya mengharuskan setiap jamaah maupun petugas untuk tetap sabar dan tidak terburu-buru,” ujar Ridwan.
Ia menjelaskan, perekaman Biovisa bagi calon jamaah haji reguler yang berhak melunasi Bipih tahun 2027 telah berlangsung sejak 19 Agustus hingga 27 Agustus 2026. Pelaksanaannya dibagi berdasarkan kecamatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Perekaman Biovisa jamaah haji siap lunas 2027 ini sudah berlangsung sejak tanggal 19 Agustus hingga 27 Agustus 2026 yang dibagi tiap kecamatan,” kata Ridwan.
Menurutnya, kisah Ibu Handong menjadi gambaran bahwa proses layanan kepada calon jamaah haji membutuhkan kesabaran dari semua pihak. Dengan ketekunan dan tidak mudah menyerah, proses yang sempat mengalami kendala akhirnya dapat diselesaikan.
Keberhasilan perekaman tersebut pun menjadi momen yang menggembirakan, sekaligus menunjukkan komitmen Kemenhaj Barru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji.
“Alhamdulillah, setelah beberapa kali mencoba akhirnya Biovisa Ibu Handong berhasil. Ini menjadi kebahagiaan bagi kita semua,” tutup Ridwan.(*)



















