Shadow

Road to Seminar Nasional Pesantren 2026, DPP ICATT Gelar Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan

Makassar, haramaindonesia.com – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) akan menggelar Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan sebagai bagian dari rangkaian Road to Seminar Nasional Pesantren 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard Makassar.

Sebagai bentuk pemantapan pelaksanaan kegiatan, DPP ICATT menggelar rapat koordinasi secara daring pada Kamis (30/7/2026) yang diikuti oleh pimpinan dan perwakilan organisasi mitra penyelenggara. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, yang memaparkan konsep, tujuan, rangkaian kegiatan, serta bentuk kolaborasi yang akan dibangun dalam kampanye tersebut.

Mallingkai Ilyas mengatakan, Kampanye Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan merupakan gerakan kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

“Perlindungan anak di lingkungan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun budaya pendidikan yang menghormati martabat anak dan menolak segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye ini juga menjadi momentum untuk membangun dukungan publik menjelang Seminar Nasional Pesantren 2026 yang akan diselenggarakan pada 22 Agustus 2026 di Makassar. Berbagai gagasan, komitmen, dan aspirasi yang lahir dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pembahasan seminar nasional tersebut.

Kampanye ini diselenggarakan oleh DPP ICATT bekerja sama dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Cerdas (YPMIC), Permabudhi Sulawesi Selatan, Pemuda Lintas Agama FKUB Sulawesi Selatan, Kelompok Kerja (Pokja) Pengawas Pendidikan Agama Sulawesi Selatan, dan PMI Kota Makassar.

Mallingkai menjelaskan, kolaborasi lintas organisasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di dunia pendidikan merupakan agenda bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, komunitas kemanusiaan, media, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menghadirkan sekolah, madrasah, dan pesantren yang aman serta ramah anak,” katanya.

Kegiatan akan dikemas secara edukatif dan partisipatif melalui berbagai rangkaian acara, antara lain senam Ego to Eco, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, talk show pendidikan, edukasi kesehatan, kampanye publik, pembacaan Deklarasi Stop Kekerasan di Dunia Pendidikan, serta penandatanganan Piagam Komitmen Bersama.

Talk show pendidikan akan mengangkat isu perlindungan anak, pencegahan perundungan (bullying), pencegahan kekerasan seksual, penguatan kesehatan mental peserta didik, serta pembangunan budaya kasih sayang di sekolah, madrasah, dan pesantren.

Panitia menargetkan sekitar 1.500 peserta yang terdiri atas pelajar, santri, guru, kepala sekolah, pengasuh pesantren, mahasiswa, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.

Mengusung tema “Mewujudkan Sekolah, Madrasah, dan Pesantren Aman, Ramah Anak, dan Bermartabat” dengan tagline “Stop Kekerasan, Lindungi Anak, Wujudkan Pendidikan Bermartabat,” DPP ICATT berharap kampanye ini menjadi awal dari gerakan bersama yang berkelanjutan dalam memperkuat perlindungan anak dan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih aman, sehat, inklusif, dan berkeadilan di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *