STEI ITB Pengabdian Masyarakat di SMAN 1 Pangkep, Jajaki Kolaborasi dengan BAPPERIDA Bangun Wilayah Kepulauan
Pangkep, haramaindonesia.com— Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalankan serangkaian program pengabdian masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, 20 hingga 21 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan pelatihan untuk para guru SMAN 1 Pangkep, kemudian diakhiri dengan pertemuan penting bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pangkep.
Kedua agenda ini mengusung semangat yang sama, yaitu memastikan teknologi hasil karya ITB dapat benarbenar bermanfaat bagi masyarakat, baik di lingkup pendidikan maupun dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Pada 20 Agustus 2026, kegiatan dibuka dengan pelatihan Learning Management System (LMS) yang ditujukan bagi para guru SMAN 1 Pangkep, dengan Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat STEI ITB memimpin langsung jalannya acara.
Kegiatan ini bukanlah yang pertama bagi Prof. Nana beserta timnya, melainkan kelanjutan dari serangkaian program serupa yang lebih dulu dijalankan di Tasikmalaya, Kuningan, Pesisir Barat Lampung, serta wilayah 3T Pulau Morotai.
Dengan demikian, Pangkep pun menjadi lokasi terbaru dalam perjalanan panjang kiprah ITB di bidang pendidikan daerah.
Seremoni pembukaan diisi oleh tiga sambutan yang saling menguatkan satu sama lain. Kepala SMAN 1 Pangkep, Syamsul Ardi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa terima kasihnya karena sekolah yang dipimpinnya terpilih sebagai mitra kegiatan, sembari berharap para guru dapat berpartisipasi secara aktif demi tercapainya peningkatan kompetensi yang menjadi sasaran program, sehingga pengetahuan yang diperoleh nantinya bisa diteruskan kepada sesama guru.
Sementara itu, Prof. Nana melalui sambutannya menyampaikan tekadnya untuk mempercepat penyebaran teknologi digital agar keberadaan ITB dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus meluruskan anggapan bahwa berkuliah di ITB adalah hal yang berat.
Rangkaian sambutan diakhiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Bapak Drs. Jumain, M.Pd, yang menyampaikan harapannya agar program ini turut mendongkrak mutu pendidikan setempat, tidak hanya melahirkan lulusan yang pintar, melainkan juga mencetak siswa yang cerdas, berbudi pekerti baik, dan berkarakter.
Rangkaian hari pertama diisi dengan penyampaian materi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai penunjang pembelajaran seperti penyusunan bahan ajar, pembuatan latihan soal, pembuatan video materi ajar, yang disampaikan oleh Dr. Syaiful Ahdan, S.Kom., M.T.
Sesi ini menjadi pengantar bagi para guru sebelum mereka mengikuti sesi praktik teknologi jaringan pada keesokan harinya. Pada 21 Agustus 2026, agenda pelatihan berlanjut dengan pemaparan dan praktik langsung penerapan Content Delivery Network (CDN), yang merupakan inti dari tema besar kegiatan ini, yakni “Implementasi Teknologi Content Delivery Network (CDN) sebagai Akselerasi Digitalisasi Sekolah pada Kabupaten Pangkep”.
Melalui sesi tersebut, para guru diperkenalkan pada konsep dasar, cara kerja distribusi konten, hingga penerapan CDN guna mempercepat akses sumber belajar digital di lingkungan sekolah. Semangat peserta tampak begitu tinggi, terlihat dari keaktifan para guru mempraktikkan materi, berdiskusi, serta melontarkan berbagai pertanyaan selama pelatihan berlangsung.
Mereka pun menilai materi yang diberikan cukup aplikatif dan dapat segera diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar di SMAN 1 Pangkep.
Pada hari yang sama, agenda berlanjut ke kegiatan lain yang tak kalah strategis, yaitu kunjungan Tim Pengabdian Masyarakat ITB ke BAPPERIDA Kabupaten Pangkep.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk merintis peluang kerja sama riset dan pengabdian masyarakat bersama Pemerintah Daerah Pangkep.
Pada kesempatan tersebut, Amril, S.Pi., M.T., M.A. selaku Kepala BAPPERIDA Kabupaten Pangkep, menguraikan kondisi sesungguhnya dari wilayah yang dipimpinnya: luas daratan di pulau utama ternyata hanya berkisar 9 persen dari keseluruhan wilayah administrasi Kabupaten Pangkep, sedangkan sisanya merupakan gugusan pulau berpenghuni yang hingga kini masih memerlukan dukungan pemenuhan kebutuhan mendasar, khususnya di bidang kelistrikan, air bersih, dan jaringan telekomunikasi.
Hal menarik yang disampaikan Amril, kekayaan alam Pangkep sejatinya sangat berlimpah, sehingga idealnya persoalan listrik dan air tidak lagi menjadi kendala berarti.
Namun, minimnya wawasan masyarakat kepulauan dalam mengelola potensi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar tetap menjadi agenda utama yang harus dirampungkan terlebih dahulu, sebelum masyarakat dapat mengembangkan daerahnya secara mandiri.
Ia turut menekankan posisi strategis beberapa pulau di Pangkep sebagai penopang penghubung roda ekonomi antar wilayah, seperti Pulau Sailus yang berdekatan dengan Nusa Tenggara Barat dan gugusan Liukang Kalmas yang bertetangga langsung dengan Kalimantan Timur, dua kawasan yang berpeluang besar berkembang pesat bila infrastruktur telekomunikasi dapat terpasang di sana.
Selain itu, Amril juga menggarisbawahi rumput laut sebagai komoditas andalan kepulauan Pangkep yang berpotensi diolah menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi, dengan ecommerce sebagai solusi agar masyarakat lebih mudah menjangkau pembeli.
Menanggapi persoalan tersebut, Prof. Nana memaparkan beragam teknologi yang sebelumnya telah dirancang ITB dan berpeluang diterapkan di kepulauan Pangkep, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta teknologi penjernihan air guna menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menambahkan, apabila pasokan listrik sudah tersedia, penerapan teknologi digital seperti e-commerce pun akan lebih mudah direalisasikan. Prof. Nana juga membagikan pengalamannya bersama tim dalam proyek terdahulu, yakni pengembangan teknologi budidaya rumput laut yang didanai melalui hibah Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Sayangnya, minimnya pemahaman masyarakat dalam merawat dan memperbaiki peralatan tersebut membuat masa pakainya menjadi singkat. Dari pengalaman ini, ia menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar masyarakat setempat turut dibekali kemampuan merawat dan memperbaiki peralatan yang diserahkan, sehingga manfaat teknologi dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Pertemuan bersama BAPPERIDA diakhiri dengan penyerahan suvenir dari pihak ITB kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep, sebagai tanda mata sederhana yang menyimpan harapan besar di baliknya. Baik pelatihan LMS, AI, dan CDN bagi para guru SMAN 1 Pangkep, maupun pertemuan strategis bersama BAPPERIDA, keduanya merupakan satu kesatuan dari rangkaian besar yang sama: titik awal terbentuknya kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat antara ITB dengan Kabupaten Pangkep, terutama bagi wilayah kepulauan yang selama ini bergulat dengan keterbatasan akses namun menyimpan potensi besar untuk berkembang secara mandiri. (**)



















