Makassar, haramaindonesia.com — Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan untuk Kloter Sulawesi Selatan musim haji 1448 H / 2027 M digelar di Kantor BKN Regional IV Makassar, Senin, 31 Agustus 2026.
Seleksi yang berlangsung di BKN Makassar ini diikuti calon petugas kesehatan yang sebelumnya telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah, H. Ikbal Ismail, mengatakan para peserta yang dapat mengikuti tahapan Computer Assisted Test atau CAT merupakan peserta yang telah berhasil melewati proses verifikasi.
Ia meminta peserta mensyukuri kesempatan tersebut, mengingat terdapat sekitar 1.500 calon peserta lainnya yang juga berminat menjadi petugas kesehatan haji, namun tidak dapat melanjutkan ke tahap CAT karena berbagai kendala dalam proses verifikasi maupun keterbatasan kuota.
“Bapak dan Ibu adalah orang-orang terpilih yang berhasil melangkah hingga ke tahap ini. Namun, kita kembali dibatasi oleh kuota formasi,”ujarnya.
Setiap kloter nantinya didukung tim kesehatan yang terdiri atas dokter dan perawat.
Tahun ini, proses seleksi dilakukan secara digital dan disebut lebih ketat dibandingkan sebelumnya.
Ikbal menegaskan seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan dan tidak dapat diintervensi oleh pihak tertentu.
Nilai administrasi hingga hasil ujian ditarik langsung oleh sistem secara otomatis.
“Sementara nilai CAT akan langsung diketahui peserta setelah menekan tombol submit dan hasilnya dapat dipantau secara terbuka melalui kanal YouTube (BKN Makassar),” bebernya.
Sementara itu, perwakilan BAKN Makassar, Rofiq, menjelaskan teknis pelaksanaan ujian CAT kepada para peserta.
Peserta diminta memanfaatkan waktu yang tersedia sebaik mungkin karena durasi ujian berjalan otomatis.
Apabila waktu habis, sistem akan secara otomatis melakukan logout.
Peserta juga dapat melihat status soal yang telah dijawab maupun yang belum dijawab melalui indikator warna pada layar komputer.
Soal yang telah dijawab akan berwarna hijau, sedangkan soal yang belum dijawab ditandai warna merah.
Untuk memastikan ujian berjalan lancar, tim pengawas BKN juga disiagakan di ruang ujian.
Peserta yang mengalami kendala teknis dapat mengangkat tangan untuk mendapatkan bantuan petugas.
Peserta juga diimbau menggunakan waktu seefisien mungkin dan menyelesaikan keperluan pribadi sebelum ujian dimulai, termasuk ke toilet, karena waktu ujian tetap berjalan ketika peserta meninggalkan ruang ujian.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Sulsel, H. Asa Afiif, menjelaskan tahapan seleksi petugas kesehatan haji.
Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi berhak mengikuti ujian CAT. Mereka
berhasil lolos CAT selanjutnya akan mengikuti tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan petugas kesehatan haji yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji asal Sulawesi Selatan pada musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.(*)



















