NEWS  

Pembinaan Pegawai Kemenhaj Sulsel, Sekretaris Itjen Tekankan Enam Poin

Makassar, haramaindonesia.com— Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Zainal Abidin, menekankan enam hal penting kepada jajaran pegawai Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kantor Asrama Haji Kelas I Makassar. 

Penekanan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Pegawai Kemenhaj Sulsel di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Tenaga Ahli Kemenhaj Thobibuddin, Inspektur Wilayah I Mayhardy Indra Putra, Sekretaris Ditjen Pelayanan Haji Kemenhaj RI Dr. K.H. Abdul Haris, Inspektur Wilayah I Mayhardy Indra Putra, dan Sukriyanto Paputungan (Auditor).

Dari lingkup Kanwil Kemenhaj Sulsel, hadir Kakanwil Kemenhaj Sulsel H. Ikbal Ismail, Kabag Tata Usaha H. Muflihuddin Syam, Kabid Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah H Asa Afiif, Kepala Asrama Haji Kelas I Makassar H. Zulkifli Hijaz, Kepala Kantor Kemehaj Kota Makassar H Amrullah, serta sejumlah pegawai.

Dalam arahannya, Zainal meminta seluruh pegawai dan petugas haji menjadikan pembinaan, pelayanan, serta perlindungan kepada jemaah sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas.

“Utamakan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah di atas kepentingan pribadi,” tegas Zainal dalam kegiatan dipandu Kakanwil Kemenhaj Sulsel.

Ia kemudian menyampaikan enam poin yang perlu menjadi perhatian seluruh jajaran Kemenhaj Sulsel.

Pertama, mengutamakan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah di atas kepentingan pribadi.

Kedua, menjaga disiplin dan komitmen dalam menjalankan tugas, serta taat terhadap arahan dan komando Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia selaku Amirul Hajj.

Ketiga, menjaga kesehatan dan senantiasa bersikap profesional agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.

Keempat, menjaga integritas dan kehormatan bangsa serta menghindarkan diri dari segala bentuk perbuatan tercela.

Kelima, menjaga kekompakan dan kepedulian sesama petugas haji Indonesia.

Keenam, senantiasa berdoa agar Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Jangan Biarkan Perbedaan Memecah Kekompakan

Selain menekankan profesionalisme, Zainal juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di antara jajaran Kemenhaj. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

“Apabila ada friksi-friksi di antara kita, jangan sampai friksi itu menyebabkan perpecahan di dalam tubuh kita sendiri. Perbedaan pendapat itu biasa, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut memecah kita,” ujarnya.

Ia mengibaratkan seluruh jajaran Kemenhaj sebagai satu tubuh. Jika salah satu bagian mengalami masalah, maka seluruh bagian harus ikut merasakan dan memberikan perhatian.

“Karena kita adalah satu tubuh, satu badan. Apabila ada satu yang sakit, kita semua merasakan sakit. Apabila ada satu yang senang, kita semua juga merasakan senang,” katanya.

Menurut Zainal, kekompakan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, ketidakharmonisan di internal organisasi dapat berdampak langsung terhadap pelaksanaan tugas pelayanan jemaah.

“Jangan sampai karena kita tidak kompak, fungsi pelayanan kita kepada masyarakat menjadi tercederai,” tegasnya.

Petugas Harus Fokus Melayani Jemaah

Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga mengingatkan para petugas haji agar tidak kehilangan fokus terhadap tugas utama mereka, yakni memberikan pelayanan kepada jemaah.

Ia meminta para petugas memiliki empati terhadap kondisi dan kebutuhan jemaah serta tidak mengutamakan kepentingan pribadi selama menjalankan tugas.

“Fokus pada tugas dan jangan mengutamakan ibadah pribadi ketika tugas pelayanan kepada jemaah sedang membutuhkan kita,” pesannya.

Menurut dia, petugas yang ditugaskan dalam penyelenggaraan haji memiliki tanggung jawab utama untuk melayani, melindungi, dan membantu jemaah. Karena itu, aktivitas pribadi tidak boleh menyebabkan kewajiban pelayanan terabaikan.

“Jangan sampai tugas utama melayani jemaah ditinggalkan karena kita sibuk dengan kepentingan sendiri,” lanjutnya.

Zainal menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah merupakan salah satu kementerian yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Struktur pelayanan yang menjangkau hingga daerah, menurutnya, merupakan bentuk kepercayaan pemerintah dan masyarakat kepada institusi tersebut.

“Karena kita ini adalah harapan Bapak Presiden dan rakyat Indonesia. Kita adalah salah satu kementerian yang mempunyai visi pelayanan terdepan kepada masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh jajaran Kemenhaj Sulsel untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas dan marwah kementerian, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan jemaah haji.

“Di manapun kita berada, khususnya di Sulawesi Selatan, kita harus menjaga marwah Kementerian Haji dan Umrah serta terus berusaha memberikan pelayanan yang optimal,” pungkasnya.

Sementara Inspektur Wilayah I Mayhardy Indra Putra, dalam kesempatan tersebut berinteraksi langsung dengan pegawai terkait tugas pokok dan fungsi pegawai. (*)

Exit mobile version