
Maros, haramaindonesia.com– Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros resmi membuka rangkaian kegiatan Bimbingan Manasik Haji Reguler di Kabupaten Maros yang ke 20, Kamis (30/7/2026). Langkah ini menjadi momentum penting dalam mematangkan kesiapan lahir dan batin para calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Maros, H. Ahmad Ihyaddin, S.Ag., M.Hi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya manasik sebagai fondasi utama agar para jamaah tidak hanya memahami tata cara ibadah secara teknis, tetapi juga mampu menghayati makna spiritual di setiap rukun haji.
“Manasik haji reguler ini adalah wadah edukasi sekaligus wadah keakraban bagi seluruh calon jamaah. Kami ingin memastikan setiap jamaah dari Kabupaten Maros berangkat dengan bekal ilmu yang mantap, fisik yang sehat, serta pemahaman ibadah yang sesuai syariat,” ujar H. Ahmad Ihyaddin di hadapan ratusan peserta yang antusias mengikuti jalannya acara.
Usai prosesi pembukaan, sesi materi langsung dibuka Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, H. Asa Afiif, ST, MT, sebagai pemateri pertama. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan dinamis, ia memaparkan secara mendalam peta jalan pelaksanaan ibadah haji reguler, mulai dari kesiapan regulasi, manajemen perjalanan, hingga penguatan materi fiqih haji kontemporer.
H. Asa Afiif menyoroti pentingnya kemandirian jamaah selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, dinamika di lapangan membutuhkan jamaah yang fleksibel, berwawasan, dan sigap mengantisipasi perubahan situasi tanpa mengesampingkan kekhusyukan ibadah.
“Penguasaan manasik secara substansial akan membentuk jamaah yang mandiri dan berdaya. Kita tidak hanya mengejar sahnya ritual, tetapi juga berikhtiar meraih predikat haji mabrur melalui disiplin, pemahaman rukun yang tepat, serta kepedulian sosial antarsesama jamaah,” tegas H. Asa Afiif. (*)
