Pangkep, haramaindonesia.com— Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) H. Samuin, S.Ag., menghadiri acara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Sulawesi Selatan yang berlangsung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.rah
Dalam acara tersebut, Kepala Kemenhaj Kabupaten Pangkep duduk bersama sederet dengan para kepala dinas Pemerintah Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini menjadi momentum nasional yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Rangkaian penutupan diawali dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan penampilan marching band dan tari kolosal yang dibawakan oleh siswa-siswi SMA se-Kabupaten Pangkep.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep, penurunan bendera MTQ KORPRI Nasional, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qariah terbaik pertama dari Provinsi Kalimantan Timur.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, SE., MM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pangkep.
Salah satu agenda penting dalam acara penutupan adalah penyerahan bendera pataka MTQ KORPRI dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Juanda, sebagai tanda bahwa Provinsi Maluku Utara akan menjadi tuan rumah MTQ KORPRI IX mendatang.
Selanjutnya, Ketua KORPRI Nasional, Prof. Dr. Zudan Arif Fathullah, turut menyampaikan sambutan dalam acara penutupan tersebut.
Pada kesempatan itu juga dibacakan keputusan Dewan Hakim oleh Dr. Darwis Hude mengenai hasil MTQ. Berdasarkan keputusan tersebut, Provinsi Sumatera Barat berhasil meraih predikat juara umum, sementara Provinsi Sulawesi Selatan menempati posisi juara umum II.
Piala juara umum kemudian diserahkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., yang sekaligus memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti MTQ KORPRI. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadikan Al-Qur’an semakin dekat dalam kehidupan sehari-hari dan mewujudkan nilai-nilai Living Qur’an.
“Jadikan Al-Qur’an sedekat mungkin. Jadikan Al-Qur’an sebagai satu dengan Living Qur’an. Jadilah aparatur yang Qur’ani,” pesannya.
Menteri Agama juga mengingatkan agar ASN mampu menjadi penjernih di tengah berbagai pengaruh dan persoalan yang dihadapi bangsa.
“Jadilah moderator, bukan provokator. Jadilah penyuluh, bukan perusuh. Hukumlah dengan adil sebagai prototipe Living Qur’an,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan asap hingga bencana gempa bumi yang terjadi di sejumlah provinsi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi dengan doa, ikhtiar, serta peran aktif ASN dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“Kita doakan semoga kita cepat keluar dari persoalan ini dengan mengharap bantuan dari Allah SWT. Ini semua menjadi tantangan bagi ASN untuk membantu pemerintah keluar dari berbagai persoalan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Menteri Agama juga menyinggung filosofi kehidupan masyarakat Pangkep sebagai daerah kepulauan, yakni “Mali siparappe, malilu sipakainge”. Menurutnya, falsafah tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam, yaitu saling membantu dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Ia juga menggambarkan Indonesia sebagai anugerah luar biasa dari Allah SWT yang harus dijaga bersama.
“Indonesia adalah lukisan terindah Tuhan yang ada di dunia. Oleh karena itu, janganlah dirusak. Kekayaan kita luar biasa, laut, darat, gunung, semuanya menunjukkan potongan surga yang dikirim oleh Allah SWT,” tuturnya.
Menteri Agama turut memberikan apresiasi kepada Ketua KORPRI Nasional Prof. Dr. Zudan Arif Fathullah atas kemajuan yang telah dibawa bagi KORPRI di Indonesia.
“Selamat kepada Prof. Zudan yang telah membawa kemajuan di KORPRI Indonesia. Selamat kepada Sulawesi Selatan yang telah menjadi tuan rumah yang hebat tanpa ada cacat sedikit pun. Semoga tuan rumah ke depan bisa lebih baik,” katanya.
Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Penutupan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kompetisi sekaligus momentum untuk semakin menguatkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan dan pengabdian para ASN di seluruh Indonesia.(*)