banner 728x250
NEWS  

Sekretaris Itjen Kemenhaj Pantau Langsung Seleksi Tahap II Petugas Haji 2027 di BKN Makassar

banner 120x600

Makassar, haramaindonesia.com— Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Zainal Abidin, bersama rombongan memantau langsung pelaksanaan Seleksi Tahap II Petugas Haji Layanan Non-Kesehatan untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M di Kantor Regional IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar, Sabtu (5/9/2026).

Turut hadir dalam pemantauan tersebut Inspektur Wilayah I Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Mayhardy Indra Putra; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail; Kepala Bidang Tata Usaha Kantor Regional IV BKN Makassar, Jais; serta Kepala Asrama Haji Kelas I Makassar, H. Zulkifli Hijaz.

banner 325x300

Sebelum pelaksanaan tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) dimulai, dua orang perwakilan peserta turut menyaksikan secara langsung proses pembukaan segel pintu ruangan yang akan digunakan untuk pelaksanaan ujian. Pembukaan pintu dilakukan oleh Zainal Abidin dengan membuka kunci ruangan sebagai bagian dari proses transparansi dan memastikan kesiapan pelaksanaan seleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Zainal Abidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan seleksi. Ia berharap proses seleksi dapat menghasilkan petugas haji yang profesional dan memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

“Bapak dan Ibu semua nantinya diharapkan bisa menjadi petugas haji yang profesional dalam melayani masyarakat Indonesia, khususnya jemaah dari wilayah Sulawesi Selatan, baik pada saat keberangkatan maupun kepulangan,” ujarnya.

Zainal juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, tugas sebagai petugas haji bukan sekadar kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, tetapi yang utama adalah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

“Kita harus menghindari anggapan bahwa orang yang mengikuti seleksi petugas haji hanya ingin naik haji. Tujuan utama kita adalah melayani jemaah haji. Adapun ibadah haji yang kita lakukan di sana merupakan bonus dari seluruh rangkaian tugas pelayanan yang kita jalankan,” katanya.

Ia menegaskan, menjadi petugas haji merupakan amanah yang memiliki nilai ibadah karena di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk melayani jemaah sekaligus menjalankan ibadah.

“Kita bisa mendapatkan dua pahala dari pekerjaan ini. Pertama, melayani jemaah haji. Kedua, kita juga bisa melaksanakan ibadah. Namun, jangan sampai pola pikir kita terbalik, seolah-olah kita ke sana untuk berhaji dan pelayanan menjadi tujuan kedua,” tegasnya.

Zainal berharap seluruh peserta yang nantinya dinyatakan lulus dapat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, dan tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar para petugas mampu memberikan pelayanan secara optimal selama penyelenggaraan ibadah haji.

“Laksanakan tugas pelayanan ini dengan sungguh-sungguh, profesional, dan ikhlas. Kita berhadapan langsung dengan jemaah, termasuk orang tua kita. Karena itu, pelayanan harus optimal. Jaga kesehatan dan tetap semangat,” pesannya.

Sekretaris Panitia Seleksi yang juga Kepala Bidang Bina dan Layanan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Asa Afiif, menjelaskan bahwa ujian CAT merupakan tahap kedua dari seluruh rangkaian seleksi Petugas Haji Layanan Non-Kesehatan.

“Perlu kami sampaikan bahwa ujian CAT hari ini merupakan tahap kedua dari seluruh rangkaian proses seleksi yang terdiri dari empat tahap,” ujar Asa.

Empat tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, ujian CAT (Computer Assisted Test), pemeriksaan kesehatan, dan proses diklat.

Karena itu, Ia mengingatkan peserta yang dinyatakan lolos ujian CAT agar tidak menganggap hasil tersebut sebagai jaminan keberangkatan atau penetapan sebagai petugas haji. Masih terdapat dua tahapan penting yang harus dilalui sebelum peserta ditetapkan secara resmi.

“Bagi Bapak dan Ibu yang dinyatakan lolos pada tahap kedua ini, hasil tersebut belum menjamin keberangkatan karena masih ada dua tahap krusial berikutnya sebelum ditetapkan sebagai petugas haji resmi,” jelasnya.

Dalam laporan pelaksanaan ujian, Asa Afiif menyampaikan bahwa dari total 71 peserta yang terdaftar, sebanyak 69 orang hadir mengikuti ujian, sementara dua peserta tidak hadir.

“Total peserta terdaftar sebanyak 71 orang, peserta hadir 69 orang, dan peserta tidak hadir dua orang. Keduanya berasal dari kategori pembimbing ibadah kloter,” katanya.

Dari 71 peserta tersebut, sebanyak 57 orang merupakan peserta non-kloter atau PPIH Arab Saudi, sedangkan 14 orang merupakan peserta petugas kloter, termasuk pembimbing ibadah kloter. Dengan demikian, jumlah peserta yang secara efektif mengikuti ujian CAT pada hari tersebut sebanyak 69 orang.(**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *