NEWS  

Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Angkatan IV 2026 Resmi Ditutup, Peserta Diminta Terus Perbarui Kompetensi

Makassar, haramaidonesia.com— Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Angkatan IV Tahun 2026 yangdilaksanakan Kementerian Haji dan Umrah bekerjsama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi berakhir setelah berlangsung selama kurang lebih tujuh hari sejak Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Wisma Shafa, Asrama Haji Sudiang, Makassar, tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, H. Asa Afiif, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, hadir dalam penutupan, Rabu (9/9/2026).

Dalam sambutannya, Asa Afiif mengapresiasi antusiasme peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian sertifikasi hingga hari terakhir. Ia menyebut peserta telah meninggalkan keluarga selama enam hari untuk mengikuti proses pembelajaran dan penilaian.

“Bapak dan Ibu sudah enam hari meninggalkan keluarga untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Asa.

Ia menjelaskan, program sertifikasi tersebut memiliki kurikulum yang cukup padat. Secara keseluruhan terdapat 26 materi pembelajaran tatap muka yang dilengkapi dengan pre-test, post-test, dan wawancara, sehingga total rangkaian penilaian dan pembelajaran mencapai 29 materi.

Menurutnya, pemilihan narasumber dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi masing-masing bidang. Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan kegiatan tidak selalu dapat memenuhi seluruh harapan peserta.

“Kesempurnaan mungkin tidak bisa mewakili semua keinginan Bapak dan Ibu. Tetapi itulah bagian dari proses yang harus dilewati dalam rangka mendapatkan standarisasi materi pembimbingan,” katanya.

Dia menegaskan, sertifikasi tidak sekadar bertujuan memberikan pengakuan formal, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan standar pembimbing ibadah haji. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta ketika nantinya menjalankan tugas sebagai pembimbing jemaah, bagi mereka yang dinyatakan lulus.

Terkait kelulusan, ia mengatakan hasil akhir masih menunggu proses evaluasi yang dilakukan berdasarkan laporan panitia, fasilitator, dan evaluator.

“Saya sebenarnya berharap semua peserta lulus. Kalau peserta sudah aktif mengikuti, insyaAllah semua lulus,” ujarnya, yang disambut “amin” oleh peserta.

Ia juga menyampaikan bahwa penerbitan sertifikat akan diupayakan lebih cepat. Sebelumnya, panitia menyebut sertifikat diperkirakan dapat diterbitkan dalam waktu tiga hingga empat bulan.

Diminta Terus Perbarui Pengetahuan

Afiif mengingatkan peserta agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan sertifikasi. Menurutnya, tantangan dalam membimbing jemaah haji dan umrah akan semakin kompleks seiring perubahan regulasi, kondisi di Arab Saudi, serta perkembangan pemahaman fikih haji.

Ia secara khusus menekankan pentingnya memperdalam fikih haji kontemporer untuk menghadapi berbagai kondisi baru dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Dinamika perhajian itu sangat mudah berubah, mulai dari aturan-aturan, kondisi Arab Saudi, termasuk fikih haji,” katanya.

Ia meminta peserta yang pernah berhaji atau bertugas dalam penyelenggaraan haji beberapa tahun sebelumnya untuk kembali memperbarui pengetahuan dan informasi. Hal tersebut dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada jemaah dan masyarakat tetap aktual dan valid.

“Kondisi di Arab Saudi tahun ini sudah sangat berubah dibanding dua, tiga, atau sepuluh tahun yang lalu. Karena itu, informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji harus terus di-update,” jelasnya.

Diikuti Peserta dari 12 Provinsi

Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Angkatan IV Tahun 2026 merupakan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Mengusung tema “Standarisasi Kompetensi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah yang Profesional dan Moderat”, program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pembimbing agar mampu mendampingi jemaah secara profesional.

Selain penguasaan teknis ibadah, peserta dibekali kemampuan komunikasi, penguatan kepribadian, serta kesiapan menghadapi beragam karakter dan kondisi jemaah.

Peserta berasal dari sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain Papua, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Jawa Timur, dan daerah lainnya. Secara keseluruhan, peserta disebut berasal dari 12 provinsi.

Menutup sambutannya, Asa Afiif menyampaikan apresiasi kepada panitia, fasilitator, evaluator, narasumber, serta seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan secara aktif.

Ia kemudian menyampaikan pantun sebagai pesan penutup bagi para calon pembimbing haji.

“Ke kota suci membawa niat,
hati bersih penuh keikhlasan.
Jadilah pembimbing yang amanah dan hebat,
melayani jemaah dengan penuh ketulusan.”

Ia melanjutkan:

“Burung merpati terbang beriringan,
hinggap sebentar di atas menara.
Sertifikasi usai bukan berarti berhenti perjuangan,
pengabdian kepada jemaah terus menyala.” (**)

Exit mobile version