Kakanwil: Tantangan Humas Makin Besar
Makassar, haramaindonesia.com— Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan SDM Kehumasan lingkup Kementerian Haji dan Umrah se-Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kehumasan dalam Mendukung Transformasi Pelayanan Haji yang Humanis, Modern dan Terpercaya” tersebut diikuti 38 peserta yang terdiri atas Kepala Subbagian Tata Usaha dan tim humas Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel H. Ikbal Ismail, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Sulsel H. Muflihuddin Syam, serta Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Sulsel H. Asa Afiif.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan untuk meningkatkan kompetensi peserta, di antaranya Pemimpin Redaksi Tribun Timur Thamsil Thahir yang membawakan materi Jurnalisme dan Akal Imitasi, serta Ihsan Mustafa dengan materi Optimalisasi Desain Grafis dan Media dalam Pelayanan Informasi Haji.

Dalam arahannya, H. Ikbal Ismail menekankan pentingnya peran humas sebagai garda terdepan dalam menyampaikan berbagai capaian dan kerja keras Kementerian Haji dan Umrah kepada masyarakat.
Ikbal juga mengapresiasi kehadiran para narasumber yang dinilai telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada jajaran humas Kemenhaj Sulsel.
“Betapa banyaknya kerja keras kita di lapangan, mulai dari mengurus bio-visa jemaah, mendampingi jemaah lansia, hingga mengawal seluruh tahapan ibadah haji dan umrah secara intensif selama 24 jam nonstop,” ujar Ikbal.
Menurutnya, berbagai kerja keras tersebut tidak akan diketahui masyarakat secara luas apabila tidak dikomunikasikan secara efektif melalui kanal kehumasan.
“Humas adalah wajah dan cerminan dari organisasi kita. Jika humasnya aktif, responsif, dan kreatif, maka citra serta kinerja kementerian kita juga akan terangkat positif di mata masyarakat,” katanya.
Ikbal menyebut tantangan kehumasan semakin besar seiring dengan bertambahnya perhatian publik terhadap keberadaan Kementerian Haji dan Umrah yang baru memasuki usia satu tahun.
Ia menjelaskan, lahirnya Kementerian Haji dan Umrah ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 pada 8 September 2025.
Menurut Ikbal, momentum satu tahun tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.
Ia menyebut peningkatan kualitas pelayanan juga tercermin dari hasil penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
“Jika pada tahun lalu Indeks Kepuasan Jemaah Haji berada di angka 80, tahun ini angka tersebut melesat naik sebesar 5,4 poin menjadi 91,4,” ujarnya.
Ikbal menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan kepada jemaah. Namun, capaian itu harus diiringi kemampuan humas dalam menginformasikan kinerja tersebut kepada masyarakat secara tepat dan terukur.
“Jangan pernah biarkan ada kegiatan atau pelayanan sekecil apa pun di satuan kerja Anda lewat begitu saja tanpa terpublikasi. Setiap ada kegiatan pimpinan maupun pelayanan jemaah, maksimalkan kanal media sosial dan media massa masing-masing,” tegasnya.
Ikbal juga memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah yang dinilai aktif dan konsisten dalam melakukan publikasi kehumasan.
Ia secara khusus menyebut Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone sebagai contoh yang dapat ditiru oleh kabupaten/kota lainnya.
Di sisi lain, Ikbal mengingatkan agar setiap informasi yang dipublikasikan terlebih dahulu melalui proses koordinasi, penyaringan, dan verifikasi. Hal tersebut penting untuk mencegah kesalahan informasi yang dapat berdampak terhadap citra lembaga.
“Minimal dikirimkan dulu (ke pimpinan). Apabila ada yang tidak tepat, kirimkan apa yang kita mau ditingkatkan atau dihilangkan. Jangan sampai ada berita kita yang tidak diinginkan oleh pimpinan,” tegasnya.
Ia juga meminta tim humas tidak terburu-buru mengunggah atau mengirimkan informasi kepada media sebelum memastikan kebenaran dan ketepatan pesan yang disampaikan.
“Sambil kita belajar, belajar, dan belajar. Jangan langsung diunggah, jangan langsung dikirim ke media,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia H. Lahaking dalam laporannya mengatakan, kegiatan Bimtek dilaksanakan sebagai respons terhadap semakin tingginya tuntutan publik terhadap keterbukaan informasi.
Menurut Lahaking, insan humas dituntut mampu memberikan pelayanan informasi publik yang transparan, akurat, dan akuntabel, sekaligus menghadirkan komunikasi yang menyejukkan di tengah dinamika informasi digital.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh praktisi humas daerah dapat memperkuat kapasitas, kreativitas, dan kesiapan dalam menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.
Lahaking menjelaskan, kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan menghadirkan praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang kehumasan.
Selain materi jurnalistik dan desain grafis, kegiatan juga diarahkan pada penguatan aspek teknis dan kreatif, termasuk pengembangan dan pembuatan animasi untuk mendukung penyampaian informasi kehumasan.
Melalui Bimtek tersebut, jajaran Kemenhaj Sulsel diharapkan semakin mampu mengelola informasi secara profesional, kreatif, dan bertanggung jawab sehingga berbagai program serta kualitas pelayanan haji dan umrah dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat.
Dengan penguatan kapasitas SDM kehumasan, Kemenhaj Sulsel menargetkan terbangunnya komunikasi publik yang semakin humanis, modern, terpercaya, serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan haji dan umrah.(**)




















