Riyadh, haramaindonesia.com- Ketegangan keamanan yang kembali meningkat di Arab Saudi mendorong pimpinan urusan agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,Syekh Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, menyerukan persatuan sekaligus kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Al-Sudais mengecam serangan yang menurut otoritas Arab Saudi dilakukan kelompok Houthi terhadap kawasan suci. Di tengah perkembangan situasi tersebut, ia meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan rumor maupun informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan mengikis kepercayaan.
Melansir Ajel, Al-Sudais menekankan bahwa informasi mengenai perkembangan keamanan harus diperoleh melalui sumber-sumber terpercaya. Menurutnya, menjaga keamanan Arab Saudi serta kawasan suci membutuhkan kebersamaan dan solidaritas masyarakat.
Al-Sudais menilai kondisi yang berkembang saat ini membutuhkan kerja sama yang lebih kuat untuk menjaga keamanan Arab Saudi dan dua kota suci.
Ia juga memperingatkan adanya upaya yang dapat memicu perpecahan maupun melemahkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya kabar yang belum diketahui sumber serta kebenarannya.
Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Otoritas Saudi sebelumnya melaporkan pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekkah pada Selasa (15/9/2026).
Al-Sudais menekankan persatuan sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan Arab Saudi maupun kawasan suci yang menjadi tujuan umat Islam dari berbagai negara.
Dalam pernyataannya, Al-Sudais mengecam tindakan yang menurutnya menyasar kawasan suci. Ia menilai serangan semacam itu bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan serta melanggar norma dan konvensi internasional.
Menurut Al-Sudais, kawasan suci memiliki kedudukan yang dihormati umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, tindakan kekerasan yang mengancam keamanan kawasan tersebut dinilainya tidak sejalan dengan ajaran Islam.
Ia juga menegaskan Islam melarang kekerasan, pertumpahan darah, dan tindakan yang menimbulkan kerusakan di muka bumi.
Al-Sudais kembali menekankan bahwa situasi keamanan saat ini membutuhkan persatuan dan kerja sama lebih erat. Ia meminta masyarakat tidak memberi ruang bagi kabar yang dapat memicu perpecahan maupun melemahkan kepercayaan di tengah kondisi yang sedang berkembang.(*)




















