Makassar, haramaindonesia.com— Jabatan adalah amanah yang dapat berganti, tetapi pengabdian meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang. Prinsip hidup inilah yang memandu perjalanan karier H. Ikbal Ismail, S.Ag., M.A., alumnus Program Studi Ahwalusyakhsiyah Fakultas Syariah Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 1992.
Kini, sejak ditunjuk menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan pada 2025, Ikbal memikul tanggung jawab besar dalam mengawal pelayanan ibadah bagi ribuan jemaah di kawasan Indonesia Timur.
Fondasi Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial
Menempuh studi sarjana pada 1992 hingga lulus 1997, Ikbal tidak sekadar mengejar capaian akademik. Ia aktif menempa kapasitas kepemimpinannya di Senat Mahasiswa dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di wadah organisasi inilah kepekaan sosial serta pemahamannya tentang kepemimpinan mulai terbentuk.
Kepedulian tersebut diwujudkannya pascakuliah dengan mendirikan Yayasan Insan Amaliyah, sebuah lembaga yang bergerak dalam pendampingan anak jalanan dan warga kurang mampu. Bagi Ikbal, ilmu agama yang ditimbanya di bangku kuliah tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan teoritis, melainkan harus mewujud dalam tindakan nyata melayani masyarakat.
Merintis Karier dari Bawah
Rekam jejak pengabdian Ikbal berlanjut ke lembaga pengelola dana umat. Pada periode 2001–2005, ia dipercaya menjabat sebagai Manajer BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan.
Dunia pelayanan haji yang menjadi inti pengabdian profesionalnya dimulai pada 2005 saat ia bergabung sebagai staf di bidang haji. Selama satu dekade (2005–2015), Ikbal mempelajari seluk-beluk operasional dan dinamika pelayanan jemaah langsung dari lapangan.
Kematangan dalam tugas membuatnya dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis secara bertahap:
- 2015–2019: Kepala Subbagian Tata Usaha Asrama Haji
- 2019–2022: Kepala Asrama Haji Embarkasi Makassar
- 2022–2025: Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel
- 2025–sekarang: Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan
Birokrasi yang Melayani Ibadah
Bagi Ikbal, manajemen haji bukan sekadar urusan administrasi, pemondokan, atau penjadwalan penerbangan. Di balik tiap dokumen dan visa, ada kerinduan mendalam dari umat yang ingin menyempurnakan rukun Islam kelima. Oleh karena itu, ia menanamkan prinsip bahwa tugasnya adalah menjalankan birokrasi yang berorientasi penuh pada pelayanan ibadah.
Perjalanan karier Ikbal Ismail mencerminkan implementasi nilai Catur Dharma UMI. Pengalaman akademik, kegiatan organisasi, aksi sosial, hingga rekam jejak birokrasi yang dibangun bertahap terintegrasi dalam satu garis pelayanan: dari kampus melahirkan dampak nyata bagi kemaslahatan jemaah.(*)




















