
Makassar, haramaindonesia.com— Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Istithaah Kesehatan Haji Kota Makassar Musim Haji 1448 Hijriah/2027 Masehi, Jumat (28/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mematangkan kesiapan kesehatan jemaah haji Kota Makassar, termasuk memastikan proses pemeriksaan kesehatan dan pendampingan jemaah berjalan optimal sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan yang dalam kesempatan itu diwakili Kepala Bidang Bina dan Layanan Jemaah Haji dan Umrah, H. Asa Afiif; Sekretaris Dinas Kesehatan Sulsel, Dr. H. Muhammadong; Epidemiolog Dinkes Sulsel, Dr. Hariyanto; serta Kepala Kantor Kemenhaj Kota Makassar, H. Muhammad Amrullah Arief.
Turut hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. H. Ahmad Asy’Arie; Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kantor Kemenhaj Kota Makassar, H. Slamat Mustafa; Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, H. Ahyan Jaya; perwakilan travel/KBIHU, serta sejumlah dokter dan perawat di Kota Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Amrullah menyampaikan bahwa pada musim haji 1448 H/2027 M, Kota Makassar akan memberangkatkan sekitar 2.160 jemaah haji. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk musim haji 2027, Kota Makassar akan memberangkatkan 2.160 jemaah. Ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Amrullah.
Menurutnya, peningkatan jumlah jemaah tersebut harus diikuti dengan kesiapan pelayanan, khususnya dalam aspek kesehatan. Pemeriksaan kesehatan jemaah menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan jemaah memenuhi persyaratan istithaah kesehatan sebelum diberangkatkan.
Amrullah juga berharap tenaga kesehatan yang terlibat dalam pemeriksaan kesehatan jemaah dapat terus mendampingi jemaah hingga proses keberangkatan.
Ia menilai keterlibatan tenaga kesehatan tidak hanya penting pada tahap pemeriksaan, tetapi juga dalam memastikan kondisi jemaah tetap terpantau selama proses persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji.
“Teman-teman yang memeriksa kesehatan jemaah kami harapkan bisa ikut mendampingi jemaah. Harapannya, jemaah Kota Makassar berangkat utuh dan kembali juga dalam keadaan utuh,” katanya.
Selain membahas kesiapan pemeriksaan kesehatan, rapat tersebut juga menjadi forum koordinasi antara Kemenhaj, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta travel dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Koordinasi lintas sektor dinilai penting mengingat peningkatan jumlah jemaah membutuhkan kesiapan sumber daya manusia serta pola pendampingan yang lebih baik.
Dalam pembahasan tersebut, turut disinggung pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan dengan melibatman sejumlah stakeholder di dalamnya. Selain dari dokter dan perawat, ada unsur TNI/Polri serta kalangan tokoh agama atau ulama.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam mempersiapkan istithaah kesehatan jemaah haji Kota Makassar.
Dengan sinergi antara Kemenhaj, Dinas Kesehatan, tenaga medis, travel dan KBIHU, pelayanan kesehatan jemaah diharapkan semakin terintegrasi.
Persiapan sejak dini juga diharapkan mampu menekan risiko kesehatan selama penyelenggaraan ibadah haji, sehingga jemaah Kota Makassar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan kondisi kesehatan yang terjaga dan kembali ke daerah asal dengan selamat.(*)