Makassar, haramaindonesia.com— Dua guru MAN 3 Kota Makassar, Mardhiyyatin Naqiyah dan Sri Astuti, berhasil lolos ke babak final Teacher Tech Championship (TTC) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober 2026 mendatang.
Keduanya berhasil melewati persaingan bersama guru-guru dari enam provinsi di kawasan Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.
Mardhiyyatin Naqiyah dan Sri Astuti melaju ke tahap nasional melalui inovasi pendidikan bertajuk ChemMission WebLab, sebuah laboratorium virtual yang dirancang untuk mengajak siswa memecahkan persoalan limbah cair industri.
Sebanyak 12 tim peserta TTC 2026 sebelumnya mengikuti Teacher Innovator Bootcamp yang digelar di Hotel Santika Makassar, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian TTC 2026.
Dalam bootcamp, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kompetensi sekaligus mematangkan inovasi yang telah dikembangkan melalui proses mentoring dan pendampingan.
TTC 2026 merupakan program kompetisi sekaligus pengembangan profesional guru yang dipersembahkan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA. Kompetisi ini ditujukan bagi guru SMA/MA di wilayah Sulawesi yang mengampu mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika, serta Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).
Melalui ChemMission WebLab, Mardhiyyatin dan Sri Astuti menghadirkan pendekatan pembelajaran kimia berbasis teknologi. Laboratorium virtual tersebut menggunakan skenario misi lingkungan industri yang menempatkan siswa bukan sekadar sebagai peserta simulasi praktikum, tetapi sebagai Environmental Chemical Auditor.
Mardhiyyatin Naqiyah mengatakan, gagasan ChemMission WebLab berangkat dari kondisi sekolah yang belum memungkinkan pelaksanaan praktikum kimia secara optimal dengan menggunakan peralatan kompleks dan bahan kimia secara langsung.
Menurutnya, laboratorium virtual tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang memungkinkan siswa tetap memperoleh pengalaman belajar berbasis praktik dan pemecahan masalah.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurut Mardhiyyatin, keberhasilan melaju ke tahap berikutnya tidak terlepas dari bimbingan kepala madrasah serta dukungan rekan-rekan guru di MAN 3 Kota Makassar.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Makassar, H. Zulfikah Nur, menyampaikan kebanggaannya atas capaian yang diraih kedua guru tersebut.
Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan bahwa guru-guru MAN 3 Kota Makassar mampu berkompetisi di tingkat yang lebih luas, termasuk pada ajang berskala nasional dan internasional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi MAN 3 Kota Makassar. Guru-guru kami mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” ujar Zulfikah.
Setelah berhasil melewati tahapan kompetisi di wilayah Sulawesi, Mardhiyyatin Naqiyah dan Sri Astuti selanjutnya akan tampil pada final dan awarding Teacher Tech Championship 2026 di Jakarta pada Oktober 2026.(*)




















