MAKASSAR, haramaindonesia.com — Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar kembali menunjukkan kiprahnya dalam pendidikan Islam internasional setelah 24 alumni berhasil lolos ke Universitas Al-Azhar Al-Sharif, Kairo, Mesir.
Capaian ini menempatkan MANPK Kota Makassar pada posisi kedua di antara 11 MANPK se-Indonesia berdasarkan data capaian yang dihimpun dalam pendataan tersebut.
Prestasi ini bukan sekadar tentang angka keberangkatan. Lebih dari itu, ada semangat untuk menjaga tradisi keilmuan Islam, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi penerus ulama yang mampu menjawab tantangan zaman.
Di tengah persaingan pendidikan yang semakin luas, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk menembus perguruan tinggi internasional sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
24 Alumni Menuju Al-Azhar, Bukti Kesungguhan Menuntut Ilmu
Sebanyak 24 alumni MANPK Kota Makassar berhasil lolos seleksi Universitas Al-Azhar Al-Sharif. Mereka menjadi bagian dari generasi muda yang memilih melanjutkan perjalanan intelektualnya ke Mesir, negeri yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman.
Bagi mereka, keberangkatan ke Timur Tengah bukanlah garis akhir sebuah perjuangan. Justru, inilah awal dari perjalanan yang lebih panjang: memperdalam ilmu, menempa akhlak, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa.
Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MANPK Kota Makassar. Perjuangan para alumni diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas agar memiliki cita-cita besar, mempersiapkan diri sejak dini, serta berani melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional.
Menempati Posisi Kedua dari 11 MANPK se-Indonesia
Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah madrasah melaporkan keberhasilan alumninya melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar maupun perguruan tinggi di Timur Tengah. Di antara data yang disampaikan, MAN 2 Padang Panjang melaporkan 65 alumni ke Al-Azhar, sedangkan MANPK Kota Makassar mencatat 24 alumni.
Capaian tersebut menjadi bagian dari gambaran besarnya kontribusi madrasah dalam mempersiapkan generasi penerus keilmuan Islam.
Kepala MANPK Kota Makassar, H. Zulfikah Nur, diharapkan terus mendorong capaian ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh murid. Keberhasilan para alumni hendaknya tidak hanya menjadi kebanggaan madrasah, tetapi juga membangun orientasi pendidikan yang lebih luas di kalangan generasi berikutnya.
Harapannya, semakin banyak murid MANPK Kota Makassar yang berani menargetkan perguruan tinggi internasional, mempersiapkan kompetensi sejak dini, dan menjadikan kesempatan belajar di luar negeri sebagai jalan untuk mengembangkan ilmu serta pengabdian.
Lebih dari sekadar mengejar gelar akademik, perjalanan ke Timur Tengah membawa tanggung jawab moral untuk menjaga tradisi keilmuan Islam. Para alumni diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mendalam ilmunya, kokoh akhlaknya, luas wawasannya, dan mampu menghadirkan manfaat nyata ketika kembali ke tengah masyarakat.
Menjaga Tradisi, Menyiapkan Ulama Masa Depan
Pendidikan di madrasah bukan hanya tentang mempersiapkan murid untuk lulus ujian atau melanjutkan studi. Di dalamnya terdapat cita-cita yang lebih besar: membentuk generasi yang mampu mewarisi, mengembangkan, dan meneruskan tradisi keilmuan Islam.
Keberhasilan 24 alumni MANPK Kota Makassar menuju Al-Azhar menjadi bagian dari ikhtiar tersebut. Mereka membawa nama keluarga, madrasah, daerah, dan Indonesia ke lingkungan akademik internasional.
Dari Makassar menuju Kairo, perjalanan mereka menjadi pengingat bahwa tradisi keulamaan perlu dirawat melalui pendidikan yang sungguh-sungguh, pembinaan yang berkelanjutan, serta keberanian untuk membuka cakrawala baru.
MANPK Kota Makassar tidak sekadar mengantarkan alumni ke luar negeri. Madrasah ini ikut menyiapkan generasi yang diharapkan mampu melanjutkan estafet keilmuan Islam untuk masa depan umat.
Berikut data madrasah berdasarkan informasi yang dihimpun:
MAN 2 Padang Panjang: 65 orang ke Al-Azhar.
MANPK Kota Makassar: 24 orang ke Al-Azhar.
MAN 1 Ciamis: 15 orang ke Al-Azhar.
MAN 2 Mataram: 4 orang pada 2024 dan 7 orang pada 2025.
MAN 1 Surakarta: 6 orang.
MAN 1 Jember: 4 orang.
MAN 4 Jombang: 4 orang.
MAN 1 Yogyakarta: 3 orang.
MAN 4 Banjar: 3 orang.
MAN Batam: Pada 2023, 2 orang ke Al-Azhar dan 2 orang ke Turki; pada 2026, 2 orang ke Al-Azhar.
MAN 2 Samarinda: Belum ada angka dalam data yang disampaikan.
Sumber informasi: melalui WhatsApp Grup kumpulan pembina MANPK Se-Indonesia.(*)




















