Makassar, haramaindonesia.com–Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta kepada seluruh panitia dan jajaran pemerintah Kota Makassar agar rangkaian kegiatan Hari Jadi yang dirancang memperhitungkan pelibatan dan manfaat kegiatan kepada masyarakat secara luas.
“Yang paling utama adalah melibatkan masyarakat, apresiasi kepada masyarakat atau kelompok masyarakat, baik struktur pemerintah maupun di luar itu yang telah berkontribusi nyata juga kepada pemerintah atau kepada kota dengan berbagai macam kegiatan,” katanya saat memberikan arahan saa membahas konsep rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Makassar ke-419 pada November 2026 mendatang, beberapa waktu lalu.
Munafri mengingatkan agar berbagai rangkaian kegiatan yang dihadirkan harus merepresentasikan semangat harapan yang rencananya akan menjadi pesan utama pada tema perayaan HUT Kota yang ke 2026.
Ia mengatakan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, ia ingin momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Daeng ini menunjukkan bahwa masih ada kontribusi dan harapan yang terus tumbuh di Kota Makassar.
“Yang kedua, saya tidak mau kegiatan ini bersifat hura-hura. Bersifat hura-hura saja yang setelah itu tidak ada lagi manfaatnya,” tegasnya.
Munafri juga meminta seluruh kegiatan yang masuk dalam rangkaian HUT Kota memiliki konsep dan tone yang selaras dengan Pemerintah Kota Makassar. Ia mendorong potensi dan talenta lokal lebih banyak dilibatkan, termasuk dalam penggunaan jasa maupun belanja kegiatan.
“Dimaksimalkan talenta-talenta kota yang di miliki, maksimalkan apa yang kita miliki supaya memastikan bahwa HUT ini adalah HUT yang dilaksanakan oleh Kota Makassar dan untuk warga Kota Makassar,” ujarnya.
Selain konsep kegiatan, Munafri meminta panitia mengevaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Ia berharap kekurangan dalam pelaksanaan sebelumnya dapat diperbaiki pada pelaksanaan HUT tahun ini.
Munafri juga meminta pembagian tugas setiap perangkat daerah diperjelas. Termasuk memastikan koordinasi seluruh instansi untuk memastikan keterlibatan serta tanggung jawab masing-masing dalam rangkaian Hari Jadi Kota Makassar ke-419.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-419 Kota Makassar di Makassar Creative Hub (MCH), Jalan Nusantara, Jumat (9/10/2026).
Logo tersebut hasil sayembara yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar. Pemenangnya ialah Agung Alfata berasal dari Tudob Studio.
Munafri mengatakan, sayembara tersebut menjadi upaya pemerintah melibatkan desainer profesional dalam pembangunan kota.
Selain itu, proses ini membuka ruang bagi pelaku industri kreatif untuk berkontribusi menghadirkan identitas visual yang memiliki landasan filosofis.
“Sayembara logo ini adalah bagaimana kita memastikan bahwa keseriusan kita untuk melibatkan teman-teman yang sudah berkecimpung di dalam dunia desain ini bisa bersama-sama dengan pemerintah kota untuk menghadirkan logo yang proper,” kata Munafri.
Menurut dia, proses perancangan logo juga menjadi ruang untuk menerjemahkan kearifan lokal Makassar ke dalam desain modern.
Nilai budaya tersebut kemudian dipadukan dengan tema HUT ke-419 Makassar, yakni “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan”.
Munafri menjelaskan, salah satu unsur utama dalam logo terpilih adalah filosofi pappaseng, yang merepresentasikan petuah dan nilai luhur masyarakat Makassar.
Filosofi itu menjadi pijakan dalam menyampaikan pesan tentang harapan dan kolaborasi.
“Saya melihat ada beberapa hal yang dipadukan, pertama tagline menyalakan harapan di dalam situ, yang diambil dari filosofi Makassar, yaitu pappaseng,” jelasnya.
Dia menilai, perpaduan nilai budaya dengan pendekatan visual kontemporer menghasilkan identitas yang tetap berakar pada tradisi lokal.
Desain tersebut diharapkan mampu menyampaikan pesan budaya dengan bahasa visual yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Artinya, ada petuah membangun kolaborasi antara nilai-nilai luhur budaya yang diaplikasikan dengan gaya yang modern, menghasilkan karya yang sangat kontemporer,” ungkap Munafri.
Dia menegaskan, identitas visual tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kearifan lokal. Menurut dia, budaya merupakan bagian dari identitas yang menguatkan masyarakat Makassar lintas generasi.(rls)




















