Dalam sambutannya, Kakanwil mengingatkan seluruh jemaah untuk meluruskan niat serta menjaga nama baik bangsa selama berada di Tanah Suci.
Kakanwil Kemenhaj Sulsel menegaskan pentingnya niat yang tulus semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan untuk mengejar pujian sosial maupun pamer di media sosial.
“Sebelum berangkat, perbaiki niat kita. Niat adalah modal utama kemakbulan dan kemabruran umrah. Hilangkan niat ingin dipanggil haji atau sekadar foto selfie saat di Ka’bah. Umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa,” ujar H. Ikbal Ismail.
Selain kesiapan spiritual, Kakanwil juga mengimbau jemaah untuk memastikan aspek legalitas dan fasilitas travel melalui prinsip “5 Pasti Umrah”, meliputi kepastian travel, jadwal keberangkatan, maskapai penerbangan, hotel, dan visa.
Ia mengapresiasi PT Darmawan Tour and Travel yang telah memenuhi seluruh syarat operasional tersebut secara transparan.
Selama menjalankan ibadah, jemaah diminta memperbanyak salawat saat berada di Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW, serta mengagungkan zikir, doa, dan tadarus Al-Qur’an ketika berada di Masjidil Haram, Makkah. Jemaah juga diingatkan posisi mereka sebagai duta bangsa.
“Bapak dan Ibu adalah duta bangsa Indonesia. Tolong jaga nama baik bangsa, daerah, dan keluarga. Patuhi aturan Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi, serta dengarkan arahan mutawif dan tour leader. Jika ada sesama jemaah, terutama lansia yang butuh bantuan, tolong dibantu,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Darmawan Tour & Travel, H. Darmawansyah, melaporkan bahwa jemaah yang diberangkatkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia Timur, seperti Sulawesi Tenggara (Kolaka, Baubau), Mamuju, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, hingga Makassar.
Keberangkatan grup umrah selama 13 hari ini terbagi menggunakan dua maskapai, yakni AirAsia dan Lion Air.
Darmawansyah juga menjelaskan penanganan cepat terkait kendala teknis akibat penutupan Bandara Ambon pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla).
”Ada dua orang jemaah dari Ambon yang sempat terkendala operasional bandara. Namun kami langsung berkoordinasi dengan maskapai sehingga keberangkatan mereka berhasil dijadwalkan ulang pada 5 November mendatang tanpa hangus,” jelas Darmawansyah.
Para jemaah akan menjalani rangkaian ibadah selama 5 hari di Madinah dan 6 hari di Makkah dengan pendampingan penuh dari pembimbing ibadah di setiap bus.
Pihak travel mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik serta senantiasa mengenakan ID Card dan menjaga dokumen paspor selama perjalanan.
Pelepasan jemaah ditandai dengan penyematan idcard oleh Kakanwil Kemenhaj Sulsel sebelum para rombongan bertolak menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.(*)




















