banner 728x250
NEWS  

Bersama Wantimpres, Kemenag Sulsel Dorong Kerukunan Berdampak Bagi Masyarakat

banner 120x600

Makassar, Haramaindonesia.com — Penguatan kolaborasi lintas agama menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan sekaligus memperluas kontribusi organisasi keagamaan bagi masyarakat. Hal ini mengemuka dalam kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sekaligus Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Prof. Dr. Philip K. Widjaja, bersama jajaran Permabudhi Sulawesi Selatan yang diterima Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, bersama jajaran, Selasa (20/10/2026).

Ali Yafid memaparkan upaya penguatan kerukunan melalui koordinasi dengan 24 kabupaten/kota, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta para ketua majelis dan tokoh agama. Upaya tersebut turut didukung Early Warning System (EWS) SiRukun sebagai instrumen deteksi dini potensi konflik sosial berdimensi keagamaan.

banner 325x300

“Pemeliharaan kerukunan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, FKUB, dan para tokoh agama perlu terus diperkuat, baik dalam mencegah potensi konflik maupun menghadirkan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ali Yafid.

Ia juga mendorong agar kerja sama lintas agama diwujudkan melalui program yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari dukungan terhadap pendidikan keagamaan, termasuk Sekolah Minggu, hingga perbaikan rumah ibadah. Kolaborasi juga dapat diperluas ke bidang sosial dan kesehatan sehingga kehadiran organisasi keagamaan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Sementara itu, Prof. Dr. Philip K. Widjaja mengapresiasi dukungan Kanwil Kemenag Sulsel terhadap pembinaan umat Buddha dan penguatan kehidupan beragama di Sulawesi Selatan. Ia menekankan bahwa pendidikan agama perlu melampaui pemahaman terhadap kitab suci dan tercermin dalam perilaku serta kontribusi nyata bagi kehidupan bersama.

“Pendidikan agama tidak hanya tentang membaca dan memahami kitab suci, tetapi juga bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata. Kita perlu membentuk pribadi yang menghormati sesama, tidak menyakiti orang lain, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Prof. Philip.

Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mendukung kebijakan strategis dan menjawab kebutuhan masyarakat. Permabudhi diharapkan tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga berperan dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kesehatan, dan penguatan kepedulian sosial.

Prof. Philip juga menyampaikan apresiasi atas kiprah Permabudhi Sulawesi Selatan dalam berbagai kegiatan di tingkat nasional. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan terus berkembang sehingga nilai-nilai kemanusiaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Dr. Yonggris, turut menekankan pentingnya kerja sama lintas agama dalam merawat keberagaman. Menurutnya, komunikasi dan hubungan yang baik antarkelompok agama perlu diperkuat melalui kegiatan bersama yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kerja sama lintas agama perlu terus diperkuat agar perbedaan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu. Melalui kolaborasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan lingkungan, kita dapat membangun kerukunan yang tidak hanya terlihat dalam hubungan antarumat beragama, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Kolaborasi lintas agama diharapkan tidak berhenti pada upaya menjaga kerukunan, tetapi juga berkembang menjadi kerja bersama yang menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, peran organisasi keagamaan dapat semakin dirasakan melalui kontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan lingkungan. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *