Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan penyelenggaraan expo menjadi salah satu upaya memperluas manfaat ekonomi dari aktivitas haji dan umrah bagi pelaku usaha dalam negeri. Melalui kegiatan ini, UMKM tidak hanya mendapat ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga kesempatan menjangkau pasar dan membangun kemitraan usaha. “Yogya Expo kami dorong bukan sekadar menjadi ruang promosi produk, tetapi juga membuka akses pasar dan mempertemukan UMKM dengan calon mitra yang dapat mendorong keberlanjutan usaha. Dengan begitu, peluang ekonomi dari penyelenggaraan haji dan umrah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Jaenal di Bantul, Minggu (25/10/2026).
Salah satu upaya memperluas akses pasar tersebut dilakukan melalui business matching yang mempertemukan 42 UMKM dengan 136 pelaku bisnis dari berbagai perusahaan. Pertemuan ini menghasilkan 20 letter of intent (LoI) dan tiga nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 1 miliar 4 juta.
Selain membuka peluang kemitraan, Yogya Expo juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan produknya memasuki pasar kebutuhan jemaah. Sebanyak 122 UMKM tercatat dalam proses kurasi untuk Haji dan Umrah Store, yang diarahkan menjadi salah satu akses pemasaran produk dalam negeri bagi kebutuhan haji dan umrah.
Jaenal menegaskan, penguatan akses pasar perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk dan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan demikian, keterlibatan UMKM dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak berhenti pada partisipasi dalam pameran, tetapi dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
“Potensi ini perlu ditindaklanjuti melalui kemitraan yang konkret, peningkatan kualitas produk, dan perluasan saluran pemasaran. Kami ingin semakin banyak UMKM Indonesia mampu mengambil bagian dalam rantai pasok kebutuhan haji dan umrah, sehingga aktivitas ekonomi yang tumbuh dari sektor ini dapat kembali memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” jelasnya.
Dampak ekonomi kegiatan juga tercermin dari transaksi tenant yang mencapai Rp949,46 juta serta transaksi layanan perjalanan haji dan umrah sebesar Rp16,89 miliar. Aktivitas tersebut turut didukung oleh kebutuhan akomodasi dan berbagai layanan penunjang selama penyelenggaraan expo.
Melalui kegiatan expo, Kemenhaj berupaya mempertemukan penguatan layanan haji dan umrah dengan pengembangan peluang usaha domestik. Ke depan, tindak lanjut kemitraan dan proses kurasi diharapkan dapat memperluas keterlibatan UMKM Indonesia dalam memenuhi kebutuhan jemaah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.(*)
Beranda
NEWS
Yogya Expo Catat Potensi Perputaran Ekonomi Rp22,86 Miliar, Buka Peluang Kemitraan UMKM
Yogya Expo Catat Potensi Perputaran Ekonomi Rp22,86 Miliar, Buka Peluang Kemitraan UMKM

Yogyakarta, haramaindonesia.com– Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 yang berlangsung pada 23-25 Oktober 2026 mencatat potensi perputaran nilai ekonomi sebesar Rp22,86 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas transaksi tenant, layanan perjalanan haji dan umrah, akomodasi, kebutuhan penyelenggaraan kegiatan, serta penjajakan kemitraan bisnis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra usaha.
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

MAKASSAR, haramaindonesia.com — Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar kembali menunjukkan kiprahnya dalam…

Pangkep, haramaindonesia.com — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, H….

Jakarta, Haramaindonesia.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan mekanisme penanganan dugaan pelanggaran yang dilakukan…

Jakarta, haramaindonesia.com — Prestasi membanggakan diraih oleh tenaga pendidik dari Sulawesi Selatan. Tim guru MAN…

Makassar, haramaindonesia.com– Sekretaris Bidang Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Dr KH Anwar Sadat…

Jakarta, Haramaindonesia.com — Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren….













