banner 728x250
NEWS  

Kakanwil Kemenhaj Sulsel Buka Bimbingan Manasik KBIHU Faidurrahman Abadi

banner 120x600

Pangkep, haramaindonesia.com— Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, S.Ag., M.A., membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Manasik Haji KBIHU Faidurrahman Abadi yang dipimpin oleh H. Arif Arfah.

Kegiatan bimbingan manasik tersebut diikuti sebanyak 107 orang jamaah haji. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkep H. Samuin Muin, S.Ag., M.A., Kepala Seksi Bina Haji Kemenhaj Pangkep, pimpinan KBIHU Faidurrahman Abadi H. Arif Arfah, serta para pembimbing dan seluruh jamaah.

banner 325x300

Dalam sambutannya, H. Ikbal Ismail memberikan apresiasi kepada KBIHU Faidurrahman Abadi yang telah mengambil peran dalam membantu memberikan pembinaan dan pendampingan kepada jamaah haji.

Menurutnya, bimbingan manasik merupakan bagian penting dalam mempersiapkan jamaah agar memiliki pemahaman yang baik mengenai rangkaian ibadah haji, ketentuan syariat, kesehatan, keselamatan, serta tata cara pelaksanaan ibadah selama berada di Tanah Suci.

Ia juga mengingatkan para jamaah agar mengikuti seluruh rangkaian bimbingan dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya kepada pembimbing, serta mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik, mental maupun spiritual.

Sementara itu, Kepala Kemenhaj Kabupaten Pangkep H. Samuin menyampaikan bahwa keberadaan KBIHU merupakan mitra strategis Kementerian Haji dan Umrah dalam memberikan pembinaan kepada jamaah. Sinergi antara Kemenhaj, KBIHU, pembimbing dan jamaah diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib, mandiri dan sesuai tuntunan syariat.

Dengan dimulainya bimbingan manasik ini, sebanyak 130 jamaah KBIHU Faidurrahman Abadi diharapkan semakin siap menghadapi perjalanan ibadah haji dan mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan baik sehingga memperoleh haji yang mabrur.

Pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Faidurrahman Abadi Mandiri, K.H. Muh. Arif Arfah, Lc., dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan dalam kegiatan silaturahmi dan manasik haji mandiri sekaligus manasik perdana yang digelar di Aula KBIHU Faidurrahman Abadi Mandiri.

Menurut K.H. Muh. Arif Arfah, kehadiran Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel di tengah kesibukan menjalankan tugas merupakan perhatian yang sangat berarti bagi keluarga besar KBIHU Faidurrahman Abadi Mandiri, khususnya para jemaah yang mengikuti kegiatan manasik.

“Ini suatu berkah bagi kami. Pak Kakanwil hadir langsung di sela-sela kesibukannya. Tentu ini menjadi perhatian sekaligus kebanggaan tersendiri bagi kami dan para jemaah,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah Sulsel tersebut dapat semakin meningkatkan motivasi dan semangat jemaah dalam mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan ibadah haji.

Persiapan tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemahaman tata cara ibadah haji, tetapi juga mencakup kesiapan fisik, kesehatan, mental, dan berbagai aspek lainnya yang dibutuhkan jemaah selama berada di Tanah Suci.

H. Arif Arfah menjelaskan, kegiatan manasik mandiri yang diikuti sekitar 130 jemaah tersebut merupakan bagian dari upaya KBIHU membantu jemaah mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum memasuki masa pelaksanaan ibadah haji.

Manasik juga diberikan lebih awal kepada jemaah yang telah masuk dalam porsi keberangkatan tahun 2027/1448 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan agar jemaah memiliki waktu yang lebih panjang untuk mempelajari dan memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara menyeluruh.

“Manasik ini kita laksanakan lebih awal supaya jemaah memiliki waktu yang cukup untuk belajar. Kita tidak ingin persiapan manasik hanya dilakukan menjelang keberangkatan,” jelasnya.

Menurutnya, manasik mandiri menjadi salah satu upaya untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih panjang dan berkesinambungan kepada jemaah.

“Waktu bimbingan yang diberikan pemerintah relatif terbatas. Karena itu, kami berupaya memberikan pendampingan lebih awal agar jemaah benar-benar memahami rangkaian ibadah haji dan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teknis mengenai tata cara ibadah haji, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pembimbing, jemaah, dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *