banner 728x250

Kemenhaj Bone Gelar Monitoring Bimbingan Manasik dan Perjalanan Haji

banner 120x600

Bone, haramaindonesia.com – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bone menggelar kegiatan Monitoring Bimbingan Manasik dan Perjalanan Haji bagi para Jemaah Calon Haji (JCH) untuk jemaah yang berada di 3 titik domisili kecamatan yaitu terdiri dari Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kecamatan Awangpone, Kecamatan Cenrana.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Masjid Jami Mujtahidin Pappolo. Manasik ini, dilaksanakan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan bimbingan manasik haji di tingkat kecamatan berjalan sesuai dengan regulasi, panduan standar operasional, serta target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone.

banner 325x300

Monitoring Bimbingan Manasik Haji ini diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, Hj. Sumarni Marjuni, S.Ag., bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Bone, Muh. Faizal, S.P., M.I.L.

Dalam sesi penyampaian materi, jemaah mendapatkan pembekalan komprehensif dari dua narasumber utama Kepala Puskesmas Ajangale, drg. Hj. Kurnia, memaparkan materi penting terkait manajemen kesehatan jemaah haji. Beliau menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik, pola hidup sehat, pencegahan penyakit saat berada di Arab Saudi, serta kesiapan medis jemaah dalam menghadapi perubahan iklim selama menjalankan ibadah haji.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone, H. Muhammad Rafi As’ad, S.Ag., MM., MH., menyampaikan materi mendalam mengenai aturan dan regulasi haji terkini, jenis-jenis pelaksanaan haji (Ifrad, Qiran, dan Tamattu’), serta rukun dan syarat sahnya ibadah haji. Beliau mengimbau seluruh jemaah untuk memahami setiap tahapan ibadah secara sungguh-sungguh agar dapat melaksanakannya secara mandiri dan sesuai syariat.

Melalui monitoring ini, tim penilai dan penanggung jawab monitoring melakukan peninjauan langsung terhadap penyampaian materi manasik, kedisiplinan tingkat kehadiran jemaah, serta kelancaran simulasi tata cara ibadah haji maupun skenario perjalanan haji dari tanah air hingga ke Tanah Suci.

Dalam pengarahannya,  Kakan Kemenhaj Bone H. Muhammad Rafi As’ad, S.Ag., MM.., MH menekankan pentingnya manasik sebagai bekal utama jemaah agar dapat melaksanakan ibadah secara mandiri, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain pemahaman rukun dan wajib haji, kesiapan fisik serta mental para jemaah juga menjadi fokus perhatian selama proses pembekalan.

Para jemaah dari ketiga kecamatan tersebut tampak antusias dan khusyuk mengikuti jalannya pematerian dan arahan yang disampaikan. Kehadiran tim monitoring yang diwakili oleh pemateri serta memberikan motivasi tambahan sekaligus mengevaluasi kendala-kendala teknis yang dihadapi jemaah di lapangan serta persiapan kesehatan jemaah haji nantinya.

Dengan dilaksanakannya monitoring ini, Kemenhaj Kab. Bone berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan haji demi terwujudnya jemaah haji yang mandiri dan meraih predikat Haji Mabrur.(*)

 

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *