Makassar, haramaindonesia.com– Berbeda organisasi bukan alasan untuk berjarak. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan menghadirkan kemaslahatan umat.
Pesan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT), Mallingkai Ilyas, saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Silaturahmi dan Peluncuran Buku Seri 1 Lintas Ormas Islam Sulawesi Selatan di Gedung Pinishi UNM, Senin (14/9/2026).
“Kita boleh berbeda organisasi, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda cara pandang, tetapi tidak boleh kehilangan penghormatan. Kita harus tetap bertemu dalam kepentingan yang lebih besar, yaitu kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” tegas Mallingkai.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam atau yang mewakili dari berbagai elemen, di antaranya MUI Sulsel, PWM Sulsel, PWNU Sulsel, ICMI Sulsel, DDI Sulsel, DMI Sulsel, DPP IMMIM, DPW Hidayatullah, DPW Wahdah Islamiyah, PITI Sulsel, Makram Sulsel, KPM Sulsel, IPIM Sulsel, PW As’adiyah Sulsel, PW Aisyiyah Sulsel, PW Muslimat NU Sulsel, DPW BKPRMI Sulsel, serta sejumlah organisasi Islam lainnya.
Menurut Mallingkai, kehadiran berbagai pimpinan ormas tersebut menunjukkan bahwa silaturahmi lintas organisasi memiliki ruang yang sangat penting untuk memperkuat ukhuwah dan membangun agenda bersama.
Rasulullah SAW, kata dia, tidak hanya mewariskan ajaran, tetapi juga keteladanan dalam membangun masyarakat yang mampu hidup di tengah keberagaman.
Karena itu, Maulid Nabi dan silaturahmi lintas ormas Islam harus menjadi momentum menghidupkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan sosial: persaudaraan, kasih sayang, keteladanan, dialog dan kepedulian.
Mallingkai juga mengapresiasi peluncuran Buku Seri 1 Lintas Ormas Islam Sulawesi Selatan, yang berjudul “Merajut Ukhuwah Teguhkan Bangsa”. Menurutnya, buku tersebut bukan sekadar etalase, tetapi dapat menjadi warisan intelektual sekaligus ruang mempertemukan gagasan dan pengalaman berbagai organisasi Islam.
“Kekuatan umat bukan karena banyaknya organisasi, tetapi pada kemampuan kita bersinergi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Identitas organisasi tetap kita jaga, tetapi agenda kemaslahatan harus kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi lintas ormas perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem, dengan mempertemukan ulama, ormas Islam, pemerintah, akademisi dan masyarakat.
“Jika kita mampu duduk bersama dan berdialog dengan semangat kemaslahatan, maka perbedaan akan menjadi energi, bukan sumber perpecahan,” tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Mallingkai hadir bersama pengurus DPP ICATT, Muh. Husni Ali Hasan, Lc. (Sekretaris I), Ahmad Faizal Rifai, Lc., M.S.I. (Anggota Bidang Humas), dan Tarekh Surya Anugerah (Kabid Kominfo).(*)




















