Makassar, haramaindonesia.com— Seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 memasuki Gelombang II di Makassar, Sabtu (12/9/2026).
Pelaksanaan CAT Gelombang II berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar. Dari 19 peserta yang dijadwalkan mengikuti seleksi, sebanyak 17 peserta hadir, sementara dua peserta lainnya tidak hadir tanpa konfirmasi.
Kegiatan tersebut turut dipantau Ade Muhtar Inspektur Wilayah 2 Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan H. Ikbal Ismail, Kepala Bagian Tata Usaha H. Muflihuddin Syam, Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah H. Asa Afiif, serta perwakilan BKN Regional IV Makassar Muhammad Rofiq Amri.
Dalam pemantauannya, Ade Muhtar menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti CAT merupakan bagian dari kandidat yang telah melalui proses verifikasi dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 75.000 orang.
“Bapak, Ibu terpilih dari sekian lebih dari 75.000. Bapak, Ibu di sini yang terpilih untuk bisa mengikuti acara seleksi CAT ini,” ujar Ade.
Menurutnya, proses verifikasi terhadap seluruh peserta membutuhkan waktu dan perhatian serius. Bahkan, proses tersebut masih dibahas hingga menjelang pelaksanaan ujian Gelombang II.
Ia menjelaskan, sempat muncul usulan untuk tidak melanjutkan verifikasi terhadap sebagian peserta karena keterbatasan waktu.
Namun, keputusan tersebut tidak diambil karena seluruh pendaftar dinilai memiliki hak untuk melalui proses verifikasi secara adil.
Ade menambahkan, pelaksanaan Gelombang II menjadi solusi setelah padatnya antrean penggunaan fasilitas BKN membuat seluruh peserta tidak dapat mengikuti ujian dalam satu gelombang.
“Alhamdulillah hari ini Bapak/Ibu terpilih menjadi calon-calon petugas penyelenggara ibadah haji 2027,” ujarnya.
Ade meminta peserta memanfaatkan kesempatan mengikuti CAT dengan sebaik-baiknya.
Menurut dia, selain pengetahuan dan pengalaman, kesiapan peserta menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi seleksi.
Ia juga mengingatkan peserta agar menyelesaikan seluruh soal yang diberikan. Dari 100 soal yang disediakan, masih terdapat peserta yang tidak menyelesaikan seluruh soal hingga batas waktu berakhir.
“Dari 100 soal yang disampaikan, ada juga 10 persennya itu enggak menyelesaikan. Enggak sampai selesai 100-nya, padahal disampaikan tadi tidak ada pemotongan nilai,” katanya.
Ade berharap para peserta dapat memperoleh hasil optimal sehingga mampu bersaing pada tahapan seleksi tingkat nasional.
“Kita lihat betul-betul di ruang CAT, di ruang pemantauan, bahkan di YouTube sekalipun, poin 1 sampai mudah-mudahan nanti poin 100 semuanya ini, minimal 90-lah, bisa bersaing di tingkat nasional,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa mekanisme CAT dirancang untuk meminimalkan peluang terjadinya kecurangan dalam proses seleksi.
Ade kemudian mengingatkan peserta agar memanfaatkan waktu yang tersedia dan tetap berdoa untuk mendapatkan hasil terbaik.
“Banyak berdoa, bagaimana mudah-mudahan kita sama-sama bertemu lagi nanti di Arab Saudi sebagai petugas haji, entah di Makkah, Madinah, maupun Jeddah,” katanya.
Sejumlah peserta yang ditemui di sela-sela pelaksanaan CAT menyampaikan kesan positif terhadap proses seleksi.
Aki Futikhan, salah seorang peserta yang mendaftar untuk posisi penguji pelayanan transportasi, menilai proses seleksi cukup membantu peserta, terutama dari sisi pendaftaran hingga pelaksanaan ujian.
“Kesan saya di seleksi ini cukup membantu karena memudahkan kami dari proses pendaftaran, proses…” ujarnya.
Ia juga menilai materi ujian cukup beragam, mulai dari matematika, hukum, hingga bahasa Arab. Meski demikian, menurutnya tingkat kesulitan soal masih dapat dihadapi.
“Senang ya, karena hampir banyak soal matematika, hukum, dan ada tadi juga bahasa Arab. Kalau tingkat kesulitannya, saya masih bisa,” katanya.
Sementara itu, Sri Lestari, peserta calon PPIH bidang akomodasi, mengapresiasi kelancaran pelaksanaan CAT dan pelayanan panitia di lokasi.
“Proses ujian hari ini luar biasa. Alhamdulillah berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Petugas di lokasi sangat ramah—sejak awal kita datang, langsung disambut dengan senyuman,” ungkapnya.
Sri mengatakan sempat mengalami kendala teknis ketika menjalani proses rekam atau verifikasi digital. Namun, persoalan tersebut dapat segera diselesaikan oleh petugas.
“Tadi saya sempat mengalami sedikit kendala teknis saat proses rekam atau verifikasi digital. Namun, alhamdulillah bisa teratasi dengan cepat karena petugasnya sangat sigap dan cepat tanggap,” ujarnya.
Terkait materi ujian, Sri menilai tingkat kesulitannya bervariasi. Peserta dengan latar belakang nonhukum, menurutnya, dapat menghadapi tantangan lebih pada sejumlah istilah hukum maupun bahasa Arab.
“Secara keseluruhan, pendaftaran dan ujian ini sangat luar biasa. Terima kasih banyak untuk seluruh panitia dan petugas yang bertugas,” katanya.
Pelaksanaan CAT Gelombang II ini melanjutkan CAT Gelombang I yang telah digelar pada Sabtu (5/9/2026).
Seluruh rangkaian seleksi menjadi bagian dari proses penjaringan calon petugas yang akan bertugas dalam penyelenggaraan ibadah haji 2027.(cib)




















