Labakkang, haramaindonesia.com — Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan calon jamaah haji menghadapi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.
Berangkat dari gagasan Tri Sukses Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses adab dan keadaban jamaah haji, Kemenhaj Kabupaten Pangkep memprogramkan pembinaan jamaah haji secara berbasis kecamatan.
Salah satu bentuk pembinaan tersebut dilaksanakan melalui pengajian antara waktu Magrib dan Isya bagi jamaah haji Kecamatan Labakkang, yang dipusatkan di Masjid Jami Tawakkal, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 43 orang jamaah haji Kecamatan Labakkang yang masuk dalam estimasi keberangkatan tahun 2027.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Pangkep, H. Samuin, S.Ag., M.A., tampil sebagai penceramah utama. Dalam pembinaannya, ia memberikan penguatan keagamaan sekaligus membekali jamaah dengan pemahaman tentang pentingnya mempersiapkan diri bukan hanya dari aspek ritual ibadah, tetapi juga dari sisi akhlak, sikap, dan perilaku selama menjalankan ibadah haji.
Menurut H. Samuin, waktu antara Magrib dan Isya dipilih karena dinilai sangat efektif dan mudah diikuti masyarakat. Jamaah cukup hadir untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah, kemudian mengikuti pengajian sebelum menunaikan salat Isya.
“Waktu antara Magrib dan Isya sangat efisien. Jamaah tidak perlu menyediakan waktu khusus yang terlalu panjang dan kegiatan ini juga tidak menimbulkan biaya bagi jamaah,” ungkapnya.
Program pembinaan berbasis masjid ini diharapkan dapat menjadi sarana mendekatkan pelayanan Kemenhaj kepada calon jamaah haji di wilayah kecamatan. Selain mendapatkan pembinaan tentang manasik dan persiapan ibadah, jamaah juga diarahkan untuk membangun karakter sebagai tamu-tamu Allah yang berakhlak mulia.
Dalam pembinaan tersebut, H. Samuin memberikan perhatian khusus pada aspek adab dan keadaban jamaah haji. Menurutnya, keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur dari terlaksananya rangkaian rukun dan wajib haji, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap dan perilaku jamaah.
Bekal ilmu kepesantrenan yang diperolehnya sebagai alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, menjadi salah satu modal dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada jamaah. Nilai-nilai kepesantrenan, seperti adab kepada Allah, Rasulullah, sesama manusia, serta penghormatan terhadap pembimbing dan sesama jamaah, terus ditekankan dalam pembinaan.
“Jamaah haji harus sukses ritualnya, tetapi juga harus sukses akhlak dan adabnya. Ketika kembali ke tanah air, idealnya ada perubahan dalam diri jamaah; semakin santun, semakin sabar, semakin peduli kepada sesama, dan semakin dekat kepada Allah SWT,” pesan H. Samuin.
Pembinaan jamaah haji Kecamatan Labakkang ini merupakan bagian dari komitmen Kemenhaj Kabupaten Pangkep untuk menghadirkan pelayanan dan pembinaan yang dekat, mudah, efektif, serta menyentuh langsung masyarakat.
Melalui program pengajian rutin di tingkat kecamatan, Kemenhaj Pangkep berharap calon jamaah haji tahun 2027 memiliki kesiapan yang lebih baik, baik dalam aspek ilmu dan ritual ibadah, pemahaman ekosistem haji, maupun adab dan keadaban, sehingga kelak mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri, tertib, khusyuk, dan berakhlak mulia.(*)




















