MAKASSAR, haramaindonesia.com — Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan, Asa Afiif, menekankan pentingnya penerapan 6 Budaya Kerja MABRUR bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenhaj.
Hal tersebut disampaikan H. Asa Afiif saat memimpin Apel Kerja di hadapan jajaran ASN Kanwil Kemenhaj Sulsel, Asrama Haji Kelas I Makassar dan Kantor Kemenhaj Kota Makassar di Makassar, Senin (21/9/2026).
Dalam amanatnya, Asa Afiif menjelaskan bahwa budaya kerja “MABRUR” dirancang sebagai nilai dasar (core values) baru seiring terbentuknya kementerian yang mengintegrasikan berbagai sumber daya dari lintas instansi.
Akronim MABRUR terdiri dari enam pilar utama, yakni Melayani, Amanah, Berintegritas, Responsif, Unggul, dan Ramah.
”Budaya kerja baru ini terbentuk karena Kementerian Haji menyatukan pegawai dari berbagai instansi dan lintas kementerian ke dalam satu wadah organisasi. Oleh karena itu, dibutuhkan fondasi budaya kerja yang kuat sebagai identitas bersama,” ujar Asa Afiif.
Secara rinci, ia menguraikan keenam poin budaya kerja MABRUR tersebut:
Melayani: Berorientasi penuh pada kepuasan masyarakat, khususnya jemaah haji dan umrah.
Amanah: Menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab dengan penuh kejujuran.
Berintegritas: Menjadikan integritas sebagai wajah utama kementerian dengan bekerja sesuai aturan hukum, perundang-undangan, dan norma organisasi.
Responsif: Cepat tanggap dan sigap dalam menangani berbagai persoalan serta kebutuhan pelayanan jemaah.
Unggul: Terus meningkatkan kapasitas diri, inovatif, dan tidak bersikap statis.
Ramah: Menampilkan sikap santun dan ramah kepada masyarakat dan jemaah dalam setiap lini pelayanan.
Pada kesempatan tersebut, Asa Afiif secara khusus mengapresiasi kinerja jajaran ASN, termasuk jajaran di Asrama Haji, yang dinilainya telah bekerja responsif dan sigap dalam melayani jemaah.
Dorong ASN Manfaatkan Teknologi AI
Guna mewujudkan nilai Unggul, Asa Afiif juga mendorong para ASN Kemenhaj untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi modern, termasuk pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menunjang efektivitas dan efisiensi kerja operasional.
”Unggul berarti tidak pasrah diri. Kita harus terus belajar meningkatkan kapasitas. Di era sekarang, teknologi AI dapat membantu menyelesaikan berbagai tugas pekerjaan. Saya berharap rekan-rekan yang sudah mahir dapat saling mendampingi dan berbagi ilmu kepada ASN lainnya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut kabid juga menyampaikan apresiasi atas kinerja dilakukan ASN Kemenhaj Sulsel dan Asrama Haji Makassar yang selama ini sudah menunjukkan kinerja yang bagus. (**)




















