Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, melepas 184 jemaah Jenewa Rabbani Wisata (JRW), mitra PT An-Nur Maarif, dalam kegiatan Umrah Akbar, di Asrama Haji Makassar, Jumat (18/9/2026).–foto-foto Allu Sahrul–
MAKASSAR, haramaindonesia.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, melepas 184 jemaah Jenewa Rabbani Wisata (JRW), mitra PT An-Nur Maarif, dalam kegiatan Umrah Akbar, di Asrama Haji Makassar, Jumat (18/9/2026).
Sebanyak 184 jemaah tersebut berasal dari Kota Ternate, Maluku Utara, Kota Parepare, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Mereka akan mengikuti program umrah selama 12 hari, mulai 19 hingga 30 September 2026.
Dalam sambutannya, Ikbal Ismail berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga nama baik Indonesia dan keluarga selama berada di Tanah Suci.
“Jaga nama baik bangsa Indonesia, jaga nama baik keluarga ta’. Jangan pernah melanggar aturan, baik apa yang disampaikan oleh pembimbing kita maupun aturan-aturan dari Pemerintah Saudi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kekompakan dan saling membantu selama perjalanan umrah.
Menurutnya, kesempatan berada di Tanah Suci harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal.
“Jaga kekompakan, jaga kebersamaan. Bantulah tetangga kiri-kanan kita yang butuh bantuan,” kata Ikbal.
Ia mencontohkan, jemaah dapat membantu sesama apabila ada yang membutuhkan pertolongan, termasuk orang tua atau jemaah yang memiliki keterbatasan dalam menjalankan aktivitas selama di Tanah Suci.
“Kita semua adalah tamu-tamu Allah. Tetangga kiri-kanan kita adalah tamu-tamu Allah. Apabila tamu-tamu Allah membutuhkan bantuan kita, ini kesempatan besar untuk kita membantu,” ujarnya.
Ikbal juga meminta jemaah memanfaatkan kesempatan beribadah di Madinah dan Makkah dengan sebaik-baiknya. Saat berada di Madinah, jemaah diimbau memperbanyak salawat dan berziarah ke makam Rasulullah SAW.
Sementara di Makkah, khususnya saat berada di Masjidil Haram dan di depan Ka’bah, jemaah diminta memperbanyak doa serta mengambil hikmah dari rangkaian ibadah umrah.
Menurut Ikbal, tawaf mengajarkan kepatuhan seorang hamba terhadap perintah Allah SWT. Sedangkan ibadah sa’i mengandung pesan tentang pentingnya ikhtiar dan tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupan.
“Di dalam sa’i kita diajarkan berlari-lari kecil, yaitu agar kita tetap berusaha, berusaha, jangan pernah putus asa,” katanya.
Lebih jauh, Ikbal berharap ibadah umrah tidak berhenti pada pelaksanaan ritual di Tanah Suci, tetapi membawa perubahan perilaku ketika jemaah kembali ke daerah masing-masing.
Ia meminta jemaah meningkatkan kualitas ibadah, termasuk salat, zakat, dan sedekah, serta mempertahankan kebiasaan baik yang dilakukan selama berada di Makkah dan Madinah.
“Inti dari pemberangkatan umrah kita ini, kami harapkan ada perubahan setelah kita kembali ke Tanah Air,” tuturnya.
Menurutnya, jemaah haji dan umrah diharapkan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai ibadah yang diperoleh di Tanah Suci dapat berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan sosial yang aman, nyaman, dan tenteram.
Dalam kesempatan tersebut, Ikbal juga mengapresiasi pelayanan PT An-Nur Maarif dalam mendampingi jemaah umrah.
“Memang banyak kelebihannya PT An-Nur Maarif. Dalam pengamatan kami selama ini sampai sekarang, PT An-Nur Maarif menjalankan dan melayani tamu-tamu Allah, tamu-tamu umrahnya Allah, kalau menurut saya sangat memuaskan. Karena sampai saat ini tidak ada keluhan,” ujarnya.
Namun, ia tetap mengingatkan pihak penyelenggara agar menjalankan amanah pelayanan sesuai dengan komitmen dan perjanjian yang telah disepakati bersama jemaah.
“Kalau perjanjian kita menginapkan di hotel bintang tiga, bintang empat, laksanakan itu sesuai dengan perjanjian,” tegasnya.
Ikbal juga mengingatkan bahwa setibanya di Arab Saudi, seluruh jemaah merupakan duta bangsa Indonesia sehingga perlu menjaga sikap, nama baik, serta mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Begitu Bapak/Ibu tiba di Jeddah, tiba di Makkah, Bapak/Ibu adalah duta-duta bangsa, duta-duta bangsa Indonesia,” katanya.
Ia menyebut jumlah masyarakat yang melaksanakan ibadah umrah, khususnya dari Sulawesi Selatan, menunjukkan peningkatan. Dalam sambutannya, Ikbal juga mengutip hadis tentang keutamaan pelaksanaan umrah dari satu umrah ke umrah berikutnya.
Pada akhir sambutannya, Ikbal berpesan agar seluruh 184 jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur dan maqbul.
“Kami harap kepada PT An-Nur Maarif, tolong jumlah jemaah yang kita berangkatkan sebanyak 184, kembalikan semua ke Tanah Air dengan selamat dan dapat meraih umrah yang mabrur dan maqbul,” pungkasnya.
Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri Prof Dr. H. Andi Aderus, Lc yang memimpin doa, serta sejumlah karyawan PT An-Nur Maarif dan JRW. (*)




















